Exit Like n Follow Untuk Update Berita dan Download Terbaru

Senin, 17 Januari 2011

Bedanya wanita Jepang dengan wanita Amerika



Menurut sebuah survey di Amerika Serikat, para wanita Jepang semakin hari semakin ramping, sedangkan para wanita Amerika justru semakin gemuk. Rata-rata wanita Amerika telah menambah berat badannya sekitar 50 kg selama 30 tahun terakhir, sedangkan wanita Jepang baru menambah 9 kg.
Tapi masih lebih kurus wanita Jepang yang berumur kurang dari 60 tahun bahkan menurut standar internasional 30 tahun yang lalu dan sejak itu para wanita Jepang terus menurunkan berat badannya.


Kecenderungan ini bisa dilihat paling menonjol di kalangan perempuan berusia 20-an. Seperempat abad yang lalu, mereka dua kali lebih mungkin untuk menjadi kurus, tapi sekarang mereka empat kali lebih mungkin untuk menjadi kurus. Untuk para wanita Amerika dari segala usia, tingkat obesitas sudah meningkat dua kali lipat sejak tahun 1980, naik dari 17 persen menjadi 35 persen. Trend di antara para perempuan muda ini bisa terjadi karena dampak tekanan sosial dan media promosi kekurusan sebagai keindahan. 


Gaya Makan Amerika: 

Bangsa Amerika, jauh sebelumnya daripada bangsa asia, telah merubah kebiasaaan makan mereka. Gantinya makan tiga kali sehari di rumah, 25 persen orang amerika sekarang ini sama sekali tidak sarapan. Dan menggantinya dengan minum kopi dan jajan ringan. Setiap 77 juta orang amerika makan di luar pada salah satu dari 300.000 restoran yang ada di seluruh negeri.
Dibandingkan pada 75 tahun lalu, konsumsi daging sapi di AS telah meningkat sampai 78 persen, dan penggunaan daging babi, ikan ,ayam telah mencapai angka tertinggi selama ini. Pemakaian produk-produk olahan susu meningkat sampai 25 persen. Memakan makanan lemak san minyak naik sampai 50 persen. Sebaliknya, permintaan atas buah-buahan segar telah merosot 36 persen, sedangkan sayur-sayuran menurun 25 persen. Konsumsi buah-buahan kalengan (dilengkapi dengan saus gula yang kental) dan sayur-sayuran yang telah diawetkan dengan garam meningkat secara signifikan, dan pemakaian gula serta pemanis lainnya telah naik sampai 50 persen.
Fast food yang disukai orang amerika saat ini adalah : hamburger, hot dog,pizza,kentang goreng, es krim, susu campur, dan minuman ringan. Makanan lainnya yang juga di gandrungi adalah : kue-kue, roti, krackers, daging asap,sup,keju yang sudah diproses, selai yogurt dengan campuran rasa, dan coklat campur susu. Setiap hari hampir 30 persenpenduduk dewasa memakan satu hot dog. Atau ham maupun sandwich daging. 26 persen memakan satu hamburger,cheeseburger atau sepotong daging; dan 41 persen meminum dua gelas susu kental sehari.
Makanan ini mengandung lemak (kolestrol), gula , atau garam (sodium) yang tinggi. Menu makanan seperti itu terbukti secara langsung mendorong terjadinya serangan jantung, stroke, diabetes ,obesitas, dan penyakit ginjal.

Gaya Makan Jepang: 

Orang Jepang dikenal jarang makan makanan cepat saji. Menu makanan di Jepang selalu lengkap, mulai makanan pembuka, makanan utama, hingga penutup. Karbohidrat bahkan disajikan menjelang makanan penutup, saat perut sudah mulai kenyang. Setiap sajian dihidangkan dalam porsi sedikit sehingga akan habis dalam sekali lahap. Pola dan porsi menu seperti itu baik untuk tubuh karena, saat lapar, perut tidak langsung dipenuhi makanan berat. Usus dibiarkan mencerna perlahan makanan dalam porsi kecil, bertahap hingga agak berat. 
Makanan segar menjadi faktor lain yang menjadi pola makan orang Jepang. Ikan yang segar dan hanya dimasak saat akan dimakan, serta sayuran-sayuran segar. Orang Jepang pintar dalam mengolah makanan mentah segar tapi enak dimakan. Makanan yang menjalani proses pembuatan lama mengurangi kandungan gizi dan hanya akan menimbun lemak jika dimasak dalam waktu lama.

Foto Hot Leah Dizon