10. Usus buntu (appendiks)

Usus buntu merupakan organ yang tidak memiliki fungsi pada manusia namun justru sering menimbulkan masalah berupa peradangan (appendisitis) sehingga harus dibuang secara bedah. Walau fungsinya masih terus diselidiki, banyak ahli sepakat dengan teori Darwin yang menyatakan bahwa usus buntu berguna dalam pencernaan selulosa (suatu karbohidrat rantai panjang yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) pada manusia purba. Seiring dengan berjalannya evolusi (dan perubahan pola makan manusia), usus buntu menjadi tidak berguna lagi. Uniknya, beberapa ahli percaya bahwa seleksi alam memilih untuk mempertahankan usus buntu yang berukuran besar (dibanding yang ada pada kita saat ini) karena lebih jarang mengalami peradangan. Usus buntu akan tetap ada bersama-sama dengan kita dalam jangka waktu panjang – dan menggantung begitu saja kendati tidak ada fungsinya
Usus buntu merupakan organ yang tidak memiliki fungsi pada manusia namun justru sering menimbulkan masalah berupa peradangan (appendisitis) sehingga harus dibuang secara bedah. Walau fungsinya masih terus diselidiki, banyak ahli sepakat dengan teori Darwin yang menyatakan bahwa usus buntu berguna dalam pencernaan selulosa (suatu karbohidrat rantai panjang yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) pada manusia purba. Seiring dengan berjalannya evolusi (dan perubahan pola makan manusia), usus buntu menjadi tidak berguna lagi. Uniknya, beberapa ahli percaya bahwa seleksi alam memilih untuk mempertahankan usus buntu yang berukuran besar (dibanding yang ada pada kita saat ini) karena lebih jarang mengalami peradangan. Usus buntu akan tetap ada bersama-sama dengan kita dalam jangka waktu panjang – dan menggantung begitu saja kendati tidak ada fungsinya
9. Tulang koksigeal (os.coccys)

Tulang koksigeal sering disebut-sebut sebagai ekor manusia. Teori menyebutkan bahwa manusia berekor seiring evolusi mengalami kehilangan ekor, dan menyisakan tulang koksigeal. Beberapa fungsi tulang koksigeal yang diketahui saat ini adalah untuk menunjang beberapa otot bagian belakang dan menopang pada saat duduk dan memiringkan badan. Selain itu tulang koksigeal juga menopang posisi anus
Tulang koksigeal sering disebut-sebut sebagai ekor manusia. Teori menyebutkan bahwa manusia berekor seiring evolusi mengalami kehilangan ekor, dan menyisakan tulang koksigeal. Beberapa fungsi tulang koksigeal yang diketahui saat ini adalah untuk menunjang beberapa otot bagian belakang dan menopang pada saat duduk dan memiringkan badan. Selain itu tulang koksigeal juga menopang posisi anus


